Basement

Apa itu basement?
Basetment merupakan dinding ruang bawah tanah dimana dindingnya memiliki kemiringan muka tanah seperti stuktur dinding penahan yang telah kita bicarakan. Setelah penggalian dan pembanguna pelat beton dan dinding beton atau dinding batu, tanah hasil galian atau butiran tanah yang lebih permaebal digunakan sebagai pengisi dan diletakkan terhadap dengan dinding di area penggalian terbuka yang masih tersisa.karna lantai diats dinding dari pempindahan lateral, dinding basement tidak mudah dipindahkan dari pengisi dan mengakibatkan keruntuhan massa tanah sepanjang bidang geser seperti pada gravity wall dan dinding kantilever.selain itu juga masih ada tegangan lateral dari tanah pengisi yang dibatasi oleh dinding basement dan tekanan lateral ini biasanya diperkirakan dengan cara yang sama bengan dinding penahan.

Metode Galian Basement
Adanya basement tentunya akan ada penggalian tanah. Galian Basement ini menggunakan metode alat berat yang pasti menggunakan alat exavator. Kendala yang dihadapi pada pekerjaan galian basement adalah faktor runtuhnya dinding tanah vertikal, ini bisa terjadi bila kedalaman galian lebih dari 2 meter. Makin dalam galian tentu resiko runtuhnya lebih besar. Bila di sekitarnya sudah ada bangunan, runtuhnya galian tanah akan membahayakan bangunan di sekelilingnya.

Sebelum ditemukan sistem pengamanan galian tanah, secara konvensional galian tanah akan melebar ke empat penjuru, membentuk dasar segi empat dengan kemiringan galian 45 derajat, di mulai dari dasar galian. Akibatnya, bidang galian menjadi melebar dan sudah dipastikan biaya untuk menggali dan mengurug tanah kembali akan sangat mahal.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *